PSIKOLOGI PENDIDIKAN
“GET SMART”
Menjadi pandai maupun cerdas bukan merupakan hal mudah,setidaknya hal tersebut sangat erat kaitannya dengan kerja otak manusia itu sendiri dan cara berpikirnya.
Kasus pertama yaitu seorang ibu rumah tangga yang sudah menikah kurang lebih 20 tahun,yang pada usia ke 40 tahun ingin menjadi seorang bidan.Ini merupakan hal sulit, karena itu berarti Ia harus banyak mempelajari hal baru mengenai ilmu kebidanan.
Seseorang yang mempelajari hal baru seperti membuat sebuah jembatan pada saraf otak ,dimana dari yang semula saraf tersebut tidak saling berhubungan menjadi terhubung karena mempelajari hal baru.Hal ini disebabkan karena saraf otak seperti dialiri arus listrik atau yang biasa disebut neurontransmitter yaitu loncatan listrik yang kemudian menghubungkan sinapsis saraf-saraf tersebut.
Pada awalnya mempelajari hal yang baru amatlah sangat sulit namun seiring dengan pengulangan,maka hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan yang secara otomatis mengaktifkan sel-sel saraf tersebut dengan mudah dan cepat tanpa perlu berkonsentrasi penuh.
Kasus kedua yaitu seorang anak yang memiliki kebiasaan buruk di kelas.Anak tersebut mengalami kesulitan berkonsentrasi dan menganggap belajar adalah hal yang sangat membosankan,kegiatannya hanya dihabiskan di depan TV sambil memakan makanan ringan.Kemudian sebuah Universitas di London melakukan penelitian,yaitu dengan memberikan sebuah tablet kepada beberapa orang anak,termasuk Si anak tersebut.Setelah meminum tablet tersebut selama 3 bulan terjadi perubahan yang sangat drastis pada Si anak ,dari yang semula menganggap belajar adalah hal yang membosankan berubah menjadi menyenangi membaca buku dan belajar.
Perubahan pada anak tersebut dipicu oleh kerja tablet yang telah dikonsumsinya selama 3 bulan.Tablet tersebut adalah minyak ikan yang diperoleh dari ekstak hati ikan,dalam minyak ikan terkandung Omega 3 yang berfungsi meningkatkan perkembangan otak dan mempercepat impuls saraf-saraf.Omega 3 bagi orang dewasa juga berfungsi untuk meningkatkan daya ingat.
Kasus ketiga,yaitu seorang anak perempuan yang merupakan seorang atlit senam.Untuk bisa masuk tim olimpiade Ia harus menguasai salah satu teknik lompat,untuk bisa melakukan teknik itu Ia harus melompat dan berputar di udara sebelum akhirnya kembali menggantung kembali.
Terkadang seseorang menggunakan visualisasi untuk menggambarkan sesuatu dalam otaknya.Visualisasi tersebut digambarkan dalam otak seolah-olah Ia sedang menggerakkan tubuhnya dan itu dilakukan secara berulang-ulang.Dengan adanya teknik visualisasi,konsep dan pemahamannya sudah tertanam dan terbentuk dengan baik dalam otak sehingga Ia hanya perlu merealisasikannya dengan gerakan nyata..
Kasus keempat,yaitu seorang juara olimpiade yang mampu menghafal 570 kartu remi dalam wktu 20 menit.Hal tersebut merupakan hal sangat mustahil bagi sebagian orang.Namun seorang pemuda dari London dapat melakukannya dengan mengganti semua angka dalam kartu tersebut menjadi sebuah gambar,untuk memudahkannya dalam mengingat angka-angka tersebut.
Kasus kelima,yaitu seorang pemadam kebakaran yang menggunakan intuisinya sehingga dapat menyelamatkan rekan-rekannya sesama pemadam kebakaran dari ledakan api.
Seseorang memiliki kemampuan untuk memperoleh pengetahuan dan wawasan langsung tanpa proses penalaran atau observasi.Hal ini dikarenakan pengalaman yang telah ia miliki sebelumnya,mengenai gejala-gejala atau tingkah laku yang berbeda dari yang biasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar